Kumpulan Pantun

1) pagi pergi ke sawojajar
besoknya ke balikpapan
ayo qta rajin belajar
‘tuk menyongsong masa depan
2)Kalau takut terkena getah
Jangan suka memetik daun
Hati siapa yang tidak susah
Kalau nilai selalu turun
3)Ketika naik perahu layar
Air berputar berbuih-buih
Karena Saya rajin beljar
Gelar juara dapat kuraih
4)Ayo kita mendayung perahu
Mendayung sampai tujuan
Ayo kita belajar mencari tahu
Menuntut ilmu demi kemajuan
5)Membeli bandeng di pasar turi
jangan lupa mencicipi kolak
Mari kita belajar menari
Biar tambah ilmu kelak

Asal Mula Nama Palembang

Pada zaman dahulu, daerah Sumatra Selatan dan sebagian Provinsi Jambi berupa hutan belantara yang unik dan indah. Puluhan sungai besar dan kecil yang berasal dari Bukit Barisan, pegunungan sekitar Gunung Dempo, dan Danau Ranau mengalir di wilayah itu. Maka, wilayah itu dikenal dengan nama Ba*tanghari Sembilan. Sungai besar yang mengalir di wilayah itu di antaranya Sungai Komering, Sungai Lematang, Sungai Ogan, Sungai Rawas, dan beberapa sungai yang bermuara di Sungai Musi. Ada dua Sungai Musi yang bermuara di laut di daerah yang berdekatan, yaitu Sungai Musi yang melalui Palembang dan Sungai Musi Banyuasin agak di sebelah utara.

Karena banyak sungai besar, dataran rendah yang melingkar dari daerah Jambi, Sumatra Selatan, sampai Provinsi Lampung merupakan daerah yang banyak mempunyai danau kecil. Asal mula danau-danau kecil itu adalah rawa yang digenangi air laut saat pasang. Sedangkan kota Palembang yang dikenal sekarang menurut sejarah adalah sebuah pulau di Sungai Melayu. Pulau kecil itu berupa bukit yang diberi nama Bukit Seguntang Mahameru.

Keunikan tempat itu selain hutan rimbanya yang lebat dan banyaknya danau-danau kecil, dan aneka bunga yang tumbuh subur, sepanjang wilayah itu dihuni oleh seorang dewi bersama dayang-dayangnya. Dewi itu disebut Putri Kahyangan. Sebenarnya, dia bernama Putri Ayu Sundari. Dewi dan dayang-dayangnya itu mendiami hutan rimba raya, lereng, dan puncak Bukit Barisan serta kepulauan yang sekarang dikenal dengan Malaysia. Mereka gemar datang ke daerah Batanghari Sembilan untuk bercengkerama dan mandi di danau, sungai yang jernih, atau pantai yang luas, landai, dan panjang.

Karena banyaknya sungai yang bermuara ke laut, maka pada zaman itu para pelayar mudah masuk melalui sungai-sungai itu sampai ke dalam, bahkan sampai ke kaki pegunungan, yang ternyata daerah itu subur dan makmur. Maka terjadilah komunikasi antara para pedagang termasuk pedagang dari Cina dengan penduduk setempat. Daerah itu menjadi ramai oleh perdagangan antara penduduk setempat dengan pedagang. Akibatnya, dewi-dewi dari kahyangan merasa terganggu dan mencari tempat lain.

Sementara itu, orang-orang banyak datang di sekitar Sungai Musi untuk membuat rumah di sana. Karena Sumatra Selatan merupakan dataran rendah yang berawa, maka penduduknya membuat rumah yang disebut dengan rakit.

Saat itu Bukit Seguntang Mahameru menjadi pusat perhatian manusia karena tanahnya yang subur dan aneka bunga tubuh di daerah itu. Sungai Melayu tempat Bukit Seguntang Mahameru berada juga menjadi terkenal.

Oleh karena itu, orang yang telah bermukim di Sungai Melayu, terutama penduduk kota Palembang, sekarang menamakan diri sebagai penduduk Sungai Melayu, yang kemudian berubah menjadi pen*duduk Melayu.

Menurut bahasa Melayu tua, kata lembang berarti dataran rendah yang banyak digenangi air, kadang tenggelam kadang kering. Jadi, penduduk dataran tinggi yang hendak ke Palembang sering me*ngatakan akan ke Lembang. Begitu juga para pendatang yang masuk ke Sungai Musi mengatakan akan ke Lembang.

Alkisah ketika Putri Ayu Sundari dan pengiringnya masih berada di Bukit Seguntang Mahameru, ada sebuah kapal yang mengalami kecelakaan di pantai Sumatra Selatan. Tiga orang kakak beradik itu ada*lah putra raja Iskandar Zulkarnain. Mereka selamat dari kecelakaan dan terdampar di Bukit Seguntang Mahameru.

Mereka disambut Putri Ayu Sundari. Putra tertua Raja Iskandar Zulkarnain, Sang Sapurba kemudian menikah dengan Putri Ayu Sundari dan kedua saudaranya menikah dengan keluarga putri itu.

Karena Bukit Seguntang Mahameru berdiam di Sungai Melayu, maka Sang Sapurba dan istrinya mengaku sebagai orang Melayu. Anak cucu mereka kemudian berkembang dan ikut kegiatan di daerah Lembang. Nama Lembang semakin terkenal. Kemudian ketika orang hendak ke Lembang selalu mengatakan akan ke Palembang. Kata pa dalam bahasa Melayu tua menunjukkan daerah atau lokasi. Pertumbuhan ekonomi semakin ramai. Sungai Musi dan Sungai Musi Banyuasin menjadi jalur per*dagangan kuat terkenal sampai ke negara lain. Nama Lembang pun berubah menjadi Palembang

ilmuwan dan Penemu

Penggagas Mesin Komputer Pertama

Charles Babbage (lahir 26 Desember 1791 dan meninggal 18 Oktober 1871 pada umur 79 tahun) merupakan matematikawan dari Inggris yang pertama kali mengemukakan gagasan tentang komputer yang dapat diprogram. Sebagian dari mesin yang dikembangkannya meski tidak selesai, kini dapat dilihat di Musium Sains London.

Pada tahun 1991, dengan menggunakan rencana asli dari Babbage, sebuah mesin diferensial dikembangkan dan mesin ini dapat berfungsi secara sempurna, yang membuktikan bahwa gagasan Babbage tentang mesin ini memang dapat diimplementasikan.
Charles Babbage lahir di Inggris, kemungkinan besar di jalan Crosby Row 44, Walworth Road, London. Ada beberapa pendapat tentang tanggal kelahiran Babbage. Obituari yang dimuat dalam harian The Times menyebutkan kelahirannya pada tanggal 26 Desember 1792. Namun beberapa hari kemudian seorang keponakan Babbage menulis bahwa Babbage sebenarnya dilahirkan setahun sebelumnya, pada 1791.

Pada masa itu, perhitungan dengan menggunakan tabel matematika sering mengalami kesalahan. Babbage ingin mengembangkan cara melakukan perhitungan secara mekanik, sehingga dapat mengurangi kesalahan perhitungan yang sering dilakukan oleh manusia. Saat itu, Babbage mendapat inspirasi dari perkembangan mesin hitung yang dikerjakan oleh Wilhelm Schickard, Blaise Pascal, dan Gottfried Leibniz.

Gagasan awal tentang mesin Babbage ditulis dalam bentuk surat yang ditulisnya kepada Sir Humphrey Davy pada tahun 1822.

Cerita Rakyat Sumatra Kasih Ibu Yang Sejati

Dahulu di sebuah hutan yang lebat, hiduplah seekor induk kucing dengan anaknya. Induk kucing itu sangat menyayangi anaknya. Dialah yang mencari makan untuk anaknya meski pun anaknya sudah mulai besar. Karena selalu bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan mereka, induk kucing itu akhirnya sakit. Induk kucing itu lalu memanggil anaknya. Dia memberi tahu tentang sakitnya dan menasehati anaknya agar belajar mencari makan.

Anak kucing yang manja dan malas keliru menerima nasihat ibunya. Ia merasa ibunya mengusir secara halus dan tak saying lagi kepadanya. Anak kucing itu lalu pergi meninggalkan induknya yang tua dan sakit-sakitan.

Anak kucing itu berjalan tak tentu tujuannya. Suatu saat ia mendongakkan kepalanya ke atas. Dia lihat sinar matahari dengan sinarnya yang menyilaukan. Dia berangan-angan kalau ibunya matahari, tentu ibunya akan senang.

“Wahai, matahari yang perkasa maukah kau mengambil aku sebagai anakmu?” katanya lantang kepada matahari.

“Mengapa kamu ingin menjadi anakku?”

“Karena aku ingin perkasa seperti engkau.”

“Di dunia ini aku tak selalu menang, tidak selalu perkasa. Masih ada yang bisa mengalahkan aku.”

“Siapakah itu?”

“Awan. Awan sering menutupi wajahku sehingga aku tidak tampak olehmu.”

Mendengar jawaban matahari seperti itu, kucing itu mulai berpikir-pikir. Kalau begitu awan saja yang menjadi induknya.

“Awan yang baik hati, maukah kamu menjadi ibuku?”

“Mengapa?”

“Kata Matahari, kamu lebih hebat dari dia.”

“O… kucing yang manis. Masih ada yang bisa mengalahkan aku di bumi.”

“Siapa dia?”

“Angin! Jika angin datang menyerang, maka tubuhku tercerai-berai. Aku diterbangkan ke sana ke mari hingga hancur lebur menjadi air.”

Kucing itu diam saja mendengar keterangan awan. Dia berpikir lagi. Lalu ia berlari ke arah angin yang bertiup kencang.

“Angin, angin, maukah kamu menjadi ibuku?”

“Apa sebabnya kamu ingin menjadi anakku?”

“Karena kamu bisa bebas ke sana ke mari dan lebih hebat dari awan.”

“Jangan kamu kira aku selalu senang. Aku pun sering punya masalah, karena masih ada yang lebih hebat dari aku.”

“Siapakah dia?”, kucing itu tetap penasaran.

“Bukit! Bagaimanapun bebasnya aku bergerak namun jika di depanku ada bukit, aku tak bisa meneruskan perjalananku.” Mendengar kata angin itu, kucing tersebut segera berlari-lari kearah bukit yang tinggi.

“Bukit yang tinggi. Maukah kamu mengangkat aku sebagai anakmu?”

“Apa yang kamu harapkan dariku?” tanya bukit itu.

“Kamu gagah dan kuat. Aku ingin seperti engkau?”

“Hidupku pun tak lepas dari masalah. Masih ada yang sering menggangu ketenanganmu.”

“Benarkah? Siapakah dia?”

“Kerbau. Dia sering menanduk badanku hingga rusak dan rata dengan tanah.”

Kucing itupun segera berlari-lari ke arah kerbau yang ditambatkan. Nafasnya sudah mulai tersengal-sengal tetapi ia tak peduli. Setelah bertanya kepada kerbau ternyata kerbau itu menyatakan bahwa rotan yang mengikat itulah yang membuat hidupnya tak tenang.

Lalu kucing itu berlari kearah rumpun rotan. Menurut rotan, hidupku pun tak selalu senang, karena sering digigiti oleh serombongan tikus hingga badannya sakit semua. Mendengar jawaban rotan, kucing itu segera berlari ke sebuah lubang. Di situ ada keluarga tikus. Kucing itu mengutarakan maksudnya.

“Wahai tikus, maukah kamu mengangkat aku sebagai anakmu?”

Induk tikus itu curiga, ada kucing ingin menjadi anak angkatnya.

“Apa tidak keliru bicaramu itu?” tanya induk tikus waspada. “Tidak. Saya bermaksud sungguh-sungguh,” jawab kucing. “Hidup kami juga sering ditimpa kemalangan. Di hutan ini ada binatang yang sering membunuh anak-anak kami menjadi santapannya.”

“Benarkah? Siapa binatang pemberani itu?”

“Di hutan ini ada seekor kucing tua yang sangat ditakuti anak-anakku. Beberapa hari ini anak-anak kamu bisa bermain-main di luar. Kabarnya kucing betina tua itu kini sakit-sakitan. Apalagi anak satu-satunya yang sangat disayangi meninggalkan dia. Kucing tua itu tampak menderita sekali. Sementara anaknya mencari kesenangan sendiri, tak tahu terima kasih kepada ibunya.

Mendengar keterangan yang panjang lebar itu, si kucing terduduk lemas. Dia sadar sekarang bahwa tindakannya selama ini keliru. Tak terasa matanya berlinang. Ia merasa rindu sekali kepada ibunya. Dia merasa sangat berdosa terhadap ibunya.

Tanpa mengingat letih dia segera mencari ibunya. Ketika berjumpa, ternyata ibunya tetap menerima dia dengan penuh kasih saying. Sejak saat itulah ia menjadi kucing yang rajin. Sekarang ia yang mencari makan untuk ibunya. Dia tidak lagi menjadi kucing yang manja dan malas.

Induk kucing selalu bersikap sabar terhadap anaknya yang manja dan pemalas. Dia tidak mau memperlakukan anaknya dengan kasar. Bahkan ketika anaknya meninggalkan dirinya, dia tidak melarang. Dengan kesabaran dan kasih saying yang selalu ada padanya, akhirnya anaknya kembali. Setelah gagal mencari kebahagian di luar lingkungannya, anak kucing itu kembali kepada induknya dengan sikap yang telah berubah. Kesabaran induk kucing itu telah menyadarkan anaknya dari sikap yang tidak terpuji.

Resep Kue

Broenies Kukus Keju
Bahan A
2 butir kuning telur
2 butir telur utuh
100 gram gula pasir
1/2 sdt vanilla extract
1/2 sdm emulsifier
1/2 sdt garam

Bahan B – aduk rata
75 gram tepung terigu protein sedang
25 gram susu bubuk
20 gram maizena
1/2 sdt baking powder

Bahan C – lelehkan
25 gram butter
85 mL minyak sayur

Bahan D
50 gram keju, potong dadu / parut kasar

Loyang: ukuran 30 x 10 x 4 cm – oles minyak atau carlo, alasi dengan kertas roti

Cara:
– Panaskan kukusan.
– Kocok Bahan A (kecuali garam) hingga kental berjejak (mengembang dan jika kocockan di angkat tdk bs jatuh lagi/berjambul ), tambahkan garam, kocok lagi sebentar.
– Ayakkan Bahan B ke Bahan A.
– Taburkan Bahan D, usahakan agar keju terbalut tepung dulu biar tidak tenggelam di dasar cake..lalu aduk rata.
– Tuangkan Bahan C ke adonan, aduk hingga benar-benar rata.
– Tuang ke loyang lalu masukkan ke dalam kukusan yang telah berasap.
– Kukus dengan api yang tidak terlalu besar selama kurang lebih 40-45 menit.
– Setelah matang, oles dengan mentega kocok, atau langsung parutkan keju di atasnya,juga udah enak

“Resep Minuman”

Teh Yogo Seru

Bahan :
3 kantung the celup

2 sdt yoghurt plain *
150 ml air dingin
½ sdm es krim strawberry *
2 sdm gula pasir
6 buah es batu dingin *
2 iris buah nanas segar *
1 sdm juice mangga/sirup squash mangga *

Cara membuat minuman ini :

  1. Siapkan the sirup
  2. Blender semua bahan jus (*) jadi satu selama 3 menit
  3. Siapkan gelas saji, masukan jus, tuang the sirup secara perlahan
  4. Hias dengan strawberry, nanas dan tambahkan es krim
  5. Hidangkan dingin

Arti Persahabatan Sejati

Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yg mementingkan diri sendiri

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya…

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya..

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur – disakiti, diperhatikan – dikecewakan, didengar – diabaikan, dibantu – ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian..

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.

Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.

Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping anda ???

Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai ??

Siapa yang ingin bersama anda saat anda tak bisa memberikan apa-apa ??

MEREKALAH SAHABAT ANDA